Puasa, terutama selama bulan Ramadan, melibatkan menahan diri dari makan dan minum selama periode tertentu setiap hari. Bagi individu dengan diabetes mellitus tipe 2, perubahan pola makan dan aktivitas selama puasa dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Pengaruh Puasa terhadap Kadar Gula Darah
Penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat menurunkan kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah acak (GDA) pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Sebuah studi di Denpasar Selatan menemukan penurunan signifikan pada GDP dan GDA setelah puasa dibandingkan dengan sebelum puasa E-Journal UNIDA Gontor
Risiko Hipoglikemia dan Hiperglikemia
Meskipun puasa dapat menurunkan kadar gula darah, ada risiko hipoglikemia (kadar gula darah rendah) menjelang berbuka puasa dan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) saat berbuka. Penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipoglikemia saat puasa empat kali lebih banyak dibandingkan saat tidak puasa Repository UNEJ
Pengaruh Asupan Kalori dan Aktivitas Fisik
Asupan kalori dan aktivitas fisik selama puasa juga mempengaruhi kadar gula darah. Studi menunjukkan bahwa pola asupan kalori saat puasa berbeda, dengan 69% kalori dikonsumsi saat berbuka dan 31% saat sahur Repository UNEJ
Kesimpulan
Puasa dapat mempengaruhi kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Meskipun puasa dapat menurunkan kadar gula darah, ada risiko hipoglikemia dan hiperglikemia yang perlu diwaspadai. Pengaturan asupan kalori dan aktivitas fisik yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan kadar gula darah selama puasa. Penderita diabetes disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Referensi:
