📢 Selamat datang di e-GalihOS! Temukan artikel menarik seputar teknologi, alkisah dan tips blog kreatif setiap minggunya! 🌐📱 📢

Usia 27 Tahun Tak Pernah Haid, Ternyata Tidak Memiliki Rahim: Kisah Medis yang Mengguncang Hati

Usia 27 Tahun Belum Pernah Haid: Tidak Ada Rahim, Namun Secara Kromosom dan Fisik Adalah Perempuan

Seorang perempuan berusia 27 tahun datang dengan satu pertanyaan yang menghantui sejak remaja: mengapa ia tidak pernah mengalami haid sama sekali? Menurut penjelasan dr. Wahyu Pranata, Sp.O.G, setelah dilakukan pemeriksaan medis menyeluruh, ditemukan bahwa ia tidak memiliki rahim, namun memiliki payudara, bentuk tubuh perempuan, dan secara kromosom adalah wanita. Kondisi seperti ini bukan sekadar “telat haid” atau gangguan hormon biasa. Ini adalah kondisi medis yang dikenal dalam dunia kedokteran sebagai amenore primer akibat kelainan perkembangan organ reproduksi, yang paling sering disebabkan oleh Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH).

Artikel ini akan membahas secara ilmiah, humanis, dan mendalam: mengapa hal ini bisa terjadi, apakah memang bawaan lahir, bagaimana mekanismenya menurut jurnal kedokteran, serta apa saja solusi medis yang tersedia saat ini.


Apa Itu Amenore Primer?

Amenore primer adalah kondisi ketika seorang perempuan belum mengalami menstruasi hingga usia 15–16 tahun, meskipun tanda-tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara sudah muncul. Dalam praktik klinis kebidanan dan kandungan, amenore primer selalu memerlukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan hormon, USG panggul, dan analisis kromosom.

Menurut pedoman dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), evaluasi amenore primer wajib dilakukan apabila:

  • Usia 15 tahun belum haid dan sudah ada perkembangan payudara
  • Usia 13 tahun belum ada tanda pubertas sama sekali

Pada kasus perempuan usia 27 tahun ini, keterlambatan evaluasi sering terjadi karena faktor sosial, rasa malu, atau harapan bahwa haid akan datang “suatu saat nanti”.

Mengapa Tidak Ada Rahim, Tetapi Ada Payudara?

Kondisi tidak adanya rahim sejak lahir paling sering disebabkan oleh:

1. Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH)

MRKH adalah kelainan bawaan lahir di mana rahim dan sebagian vagina tidak berkembang, tetapi ovarium tetap ada dan berfungsi normal. Karena ovarium menghasilkan hormon estrogen, tubuh tetap berkembang seperti perempuan pada umumnya:

  • Payudara tumbuh
  • Pinggul melebar
  • Rambut kemaluan muncul
  • Secara kromosom adalah 46,XX (wanita)

Namun karena tidak ada rahim, tidak ada organ untuk menampung dan meluruhkan darah haid, sehingga menstruasi tidak pernah terjadi.

MRKH diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 4.500–5.000 kelahiran perempuan (Herlin et al., 2020, Human Reproduction Update).

Apakah Ini Takdir atau Kelainan Genetik?

Dalam ilmu embriologi, rahim terbentuk dari struktur yang disebut duktus Müllerian pada usia kehamilan sekitar 6–12 minggu. Pada MRKH, perkembangan duktus Müllerian gagal terbentuk secara sempurna.

Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Namun jurnal ilmiah menunjukkan bahwa:

  • Ada faktor genetik yang berperan
  • Beberapa kasus memiliki riwayat keluarga
  • Ditemukan mutasi gen tertentu pada sebagian pasien

Artinya, kondisi ini adalah bawaan lahir (kongenital), bukan akibat kesalahan pola hidup, bukan karena makanan, bukan pula karena “kutukan” atau faktor mistis. Dalam perspektif medis, ini adalah variasi perkembangan biologis yang jarang.

Dalam perspektif spiritual, banyak keluarga menyebutnya sebagai takdir. Namun dalam sains, takdir tersebut memiliki mekanisme biologis yang jelas.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Diagnosis biasanya ditegakkan melalui beberapa tahap:

1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
  • Tidak pernah haid
  • Payudara berkembang normal
  • Organ genital luar normal

2. USG atau MRI Panggul

  • Tidak ditemukan gahim
  • Ovarium terlihat normal

3. Pemeriksaan Kromosom (Kariotipe)

  • Hasil 46,XX → wanita secara genetik

4. Pemeriksaan hormon

  • Estrogeg normal
  • FSH dan LH biasanya dalam batas normal

Menurut Committee Opinion ACOG No. 728 (2018), MRI adalah metode paling akurat untuk memastikan tidak adanya rahim.

Dampak Psikologis yang Tidak Ringan

Perempuan dengan kondisi ini sering mengalami:

  • Krisis identitas
  • Rasa rendah diri
  • Takut tidak bisa menikah
  • Ketakutan dianggap “tidak sempurna”

Penelitian dari Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology menunjukkan bahwa pasien MRKH memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan dibanding populasi umum.

Di usia 27 tahun, ketika teman sebaya mungkin sudah menikah dan memiliki anak, tekanan sosial bisa menjadi sangat berat.

Apakah Ada Solusi Medis?

1. Untuk Kehidupan Seksual

Sebagian pasien MRKH memiliki vagina yang pendek. Solusi medisnya adalah:

  • Terapi dilatasi vagina (non-operatif)
  • Operasi rekonstruksi vagina (neovagina)

Teknik operasi yang dikenal luas adalah metode Vecchietti atau McIndoe.

Keberhasilan prosedur ini cukup tinggi dan memungkinkan hubungan seksual yang nyaman.

2. Untuk Kehamilan

Karena tidak memiliki rahim, pasien MRKH tidak bisa hamil secara alami. Namun ovarium tetap menghasilkan sel telur. Maka opsi medis yang tersedia adalah:

  • Program bayi tabung (IVF)
  • Menggunakan ibu pengganti (surrogacy)

Namun surrogacy legalitasnya berbeda-beda di tiap negara dan di Indonesia masih belum diatur secara jelas.

3. Transplantasi Rahim

Perkembangan medis terbaru menunjukkan kemungkinan:

Uterus Transplant

Transplantasi rahim pertama yang berhasil melahirkan bayi hidup dilakukan di Swedia tahun 2014 (Brännström et al., The Lancet, 2015). Namun prosedur ini masih sangat kompleks, mahal, dan belum tersedia luas.

Apakah Perlu Terapi Hormon?

Pada MRKH klasik:

  • Ovarium berfungsi normal
  • Hormon normal
  • Tidak perlu terapi hormon tambahan

Namun evaluasi rutin tetap diperlukan untuk memastikan kesehatan ovarium dan tulang.

Apakah Bisa Dicegah?

Tidak. Karena ini terjadi saat perkembangan janin dalam kandungan. Tidak ada makanan, vitamin, atau pola hidup tertentu yang terbukti mencegah MRKH.

Perbedaan Dengan Kondisi Lain

Kadang kondisi ini dibedakan dengan:

Androgen Insensitivity Syndrome

Pada AIS:

  • Secara kromosom 46,XY (laki-laki)
  • Testis ada di dalam tubuh
  • Tidak ada rahim
  • Tubuh tampak perempuan

Sedangkan pada MRKH:

  • Kromosom 46,XX
  • Ovarium normal
  • Tidak ada rahim

Ini penting karena manajemen medis berbeda.

Harapan dan Kualitas Hidup

Menurut studi longitudinal dari Orphanet Journal of Rare Diseases (2022):

  • Sebagian besar pasien MRKH dapat hidup normal
  • Dapat menikah
  • Dapat memiliki kehidupan seksual yang sehat
  • Dapat menjadi ibu melalui adopsi atau teknologi reproduksi

Kunci utama adalah:

  • Edukasi
  • Konseling psikologis
  • Dukungan keluarga
  • Pendampingan medis jangka panjang

Refleksi: Takdir, Sains, dan Penerimaan

Dalam banyak budaya, menstruasi dianggap simbol kedewasaan perempuan. Ketika itu tidak pernah terjadi, muncul pertanyaan eksistensial: “Apakah saya benar-benar perempuan?”

Secara medis, jawabannya tegas: Ya.

Kromosomnya 46,XX. Ovariumnya berfungsi. Hormon estrogen diproduksi normal. Identitas biologisnya adalah perempuan.

Tidak adanya rahim bukan berarti tidak lengkap. Itu adalah variasi perkembangan yang jarang, tetapi nyata.


Kesimpulan

Perempuan usia 27 tahun yang belum pernah haid dan dinyatakan tidak memiliki rahim, tetapi memiliki payudara serta kromosom 46,XX, kemungkinan besar mengalami Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH).

Kondisi ini:

  • Bawaan lahir
  • Terjadi saat pembentukan janin
  • Tidak dapat dicegah
  • Tidak disebabkan kesalahan pribadi
  • Memiliki solusi medis untuk fungsi seksual
  • Memiliki opsi reproduksi melalui teknologi

Secara ilmiah, ini bukan kutukan. Ini bukan aib. Ini bukan kesalahan siapa pun.

Ini adalah kondisi medis yang bisa dipahami, ditangani, dan dijalani dengan dukungan yang tepat.


Daftar Pustaka

  1. Herlin, M., et al. (2020). Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) syndrome: a comprehensive update. Human Reproduction Update, 26(4), 549–575.
  2. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2018). Committee Opinion No. 728: Müllerian Agenesis.
  3. Brännström, M., et al. (2015). Livebirth after uterus transplantation. The Lancet, 385(9968), 607–616.
  4. Morcel, K., et al. (2017). Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) syndrome. Orphanet Journal of Rare Diseases, 12:6.
  5. Bean, E.J., et al. (2009). Psychosocial impact of MRKH syndrome. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 22(4), 225–232.
  6. Kusuma, A.K.P., & Utama, B.I. (2023). Mayer Rokitansky Kuster Hauser syndrome. Andalas Obstetrics and Gynecology Journal. https://doi.org/10.25077/aoj.7.2.488-494.2023
  7. Negustin, B., Perwira, Y.C., et al. (Tahun). Pencitraan untuk Diagnosis Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser: Laporan Kasus. MEDICINUS. https://doi.org/10.56951/3n9j4319
  8. Pangastuti, N., et al. (2025). Prosedur Vaginoplasti Sigmoid pada MRKH. Majalah Kesehatan. https://doi.org/10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.9
  9. Cut Meurah Yeni, Khairussani, & Wardatul Bararah. (2020). Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser syndrome. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 20(1), 47-52.
  10. Puspasari, A.A., Juniarto, A.Z., & Hidayat, S.T. (2024). Amenore Primer dan Uterovaginal Agenesis. Universitas Diponegoro.

berikut video cuplikannya :

GALIHOS

Saya seorang blogger dan vlogger. Hidup saya adalah kumpulan cerita, yang terekam dalam piksel dan kata-kata. Saya berkembang di bawah tekanan dengan menjunjung tinggi profesionalitas, merangkul seni, cita rasa, dan jalan yang tak berujung. Alam adalah tempat istirahat saya. Namun, hanya sedikit yang tahu obsesi saya dengan disiplin ilmu spionase, peretasan dan kejahatan digital. Saya mempelajari infiltrasi, enkripsi dan cara melacak jejak digital. Hanya sekadar pembelajaran atau begitulah yang saya kira. Setiap petualangan, setiap rahasia, saya dokumentasikan. Media sosial saya menyimpan masa lalu saya, kebenaran yang mutlak. Satu hal yang pasti, saya akan menjaga konfidensial saya, karena selalu ada penipu yang menyamar sebagai pendengar dan selalu ada pendengar yang mengintai dalam kegelapan.

Lebih baru Lebih lama